WELCOME .

Selamat datang, iseng iseng buka blog ehh blog gue nihh yg di klik, isinya masi ga jelas nihh, maklum lahh masi pemula kelas berat, yaa tapi gue mau belajar dan terus maju, semoga yg ada di Blog gue ini berguna yaa . Makasi lohh yaa :D

sekalian Like Facebook gue yaaa :D


Rabu, 17 April 2013

BUDAYA ROTE

MENGENAL BUDAYA ROTE
ADAT ISTIADAT
Mengenal Budaya Sabu - Sabu atau Sawu merupakan sebuah pulau dalam wilayah Kabupaten Kupang, terletak di keliling lautan Indonesia dan Laut Sawu. Luas wilayah pulau Sabu 460,87 km.
Iklim pulau umumnya ditandai dengan musim kemarau yang panjang yakni bulan Maret sampai dengan bulan November.
Penduduk Sabu terdiri dari kesatuan klen yang disebut sebagai Udu (kelompok patrinial) yang mendiami beberapa lokasi tempat tinggal antara lain de Seba, Menia, LiaE, Mesara, Dimu dan Raijua. Masing-masing Udu sebagi suatu klen atau sub udu yang disebut Karego.
Tentang pola perkampungan orang Sabu tidak bisa terlepas dari pemberian makna pulaunya sendiri atau Rai Hawu. Rai Hawu dibayangkan sebagi suatu makluk hidup yang membujur kepalanya di barat dan ekornya di timur. Maha yang letaknya disebelah barat adalah kepala haba dan LiaE di tengah adalah dada dan perut. Sedangkan Dimu di timur merupakan ekor. Pulau itu juga dibayangkan sebagai perahu, bagian Barat Sawu yaitu Mahara yang berbukit dan berpegunungan, digolongkan sebagai anjungan tanah (duru rai) sedangkan dimu yang lebih datar dan rendah dianggap buritannya ( wui rai)
Orang Sabu mengenal hari-hari dalam satu minggu, misalnya hari Senin Lodo Anni), Selasa (Lodo Due), Rabu ( Lodo Talhu), Kamis (Lodo Appa), Jumat (Lodo Lammi), Sabtu (Lodo Anna), Minggu (Lodo Pidu).Konsep hari ini (Lodo ne), hari yang akan datng (Lodo de), besok (Barri rai). Hari-hari tersebut membentuk satu minggu kemudian 4 atau 5 minggu membentuk satu bulan (waru) dan 12 bulan membentuk satu tahun (tou).
Secara umum orang Sabu mengenal dua musim, kemarau yang disebut Waru Wadu dan musim hujan atau Waru Jelai. Di antara kedua musim itu ada musim peralihannya. Dalam masing-Masing musim ada beberapa upacara yang berhubungan dengan mata pencaharian.
Dalam musim Waru Wadu atau kemarau, dikenal upacara 
ü  memanggil nira; 
ü   (2) memasak gula lontar; 
ü   (3) memberangkatkan perahu lontar. 
Sebelum memasuki musim berikutnya/hujan ada upacara peralihan musim terinci atas 
ü  memisahkan kedua musim; 
ü  menolak kekuatan gaib/bala; 
dan pada musim waru jelai atau musim penghujan dapat diadakan tiga upacara: 
ü  pembersihan ladang dan minta hujan; 
ü  upacara menanam dan 
ü  upacara sesudah panen.
PAKAIAN ADAT
Menelusuri perkembangan Teknologi Tenun lkat di Pulau Rote, diperkirakan sejak masa sejarah orang Rote sudah mengenal Tekhnologi menenun. sebelum mengenal kapas, mereka   membuat Kain Tenun dari bahan serat gewang. Tenunan yang dihasilkan berupa sarung yang disebut lambi tei dan selimutyang disebut Lafe tei, dipakai sebagai pakaian harian maupun pakaian pesta. Tahun 1994 Tim Survei dan pengadaan Koleksi Museum mengunjungi Pulau Rote,
Pada saat itu masih dijumpai seorang Nenek di Kampung Boni- Kec. Rote Barat Daya yang masih menggunakan kain dari bahan serat gewang. Begitu dalamnya kecintaan sang nenek  terhadap kain tenun dari serat gewang,
Hingga   akhirnya nenek tersebut pun enggan bahkan tidak mau menggunakan kain tenun dari benang kapas.
Masuknya Bangsa-bangsa luar ke Pulau rote, membawa perubahan pada berbagai aspek budaya termasuk teknologi Tenun. Penggunaan serat-serat tumbuhan mulai terganti dengan serat kapas yang diperkenalkan oleh para lmigran, seperti : serat kapas, dll. serat kapas merupakan serat terpopuler di dunia' kain yang terbuat dari serat ini disebut kain katun. serat kapas berasal dari tanaman Gossypium, sejenis belukar dengan tinggi antara 120-180 cm' Pada awalnya tanaman ini ditemukan di lndia sekitar tahun 5000 SM kemudian menyebar ke Barat dan Timur hingga ke wilayah Nusantara' sampai abad 19 wilayah Nusantara berswasembada lahan katun. Dengan diterapkannya politik Tanam paksa oleh Kolonial Belanda, maka pembudidayaan kapas mulai merosot dan sejak itu benang katun Amerika dan lndia menguasai pasar Nusantara'
RUMAH ADAT ROTE
Mengunjungi suatu tempat kurang lengkap rasanya jika tidak memotret bangunan menarik yang merupakan icon daerah tersebut. Bangunan bisa berupa rumah adat, bangunan bersejarah hingga tempat ibadah. Dari sebuah bangunan bisa digali cerita menarik mengenai kehidupan penghuninya maupun sejarah bangunan tersebut.
MAKANAN KHAS
Kabupaten Rote Ndao adalah kabupaten hasil pemekaran dari kabupaen Kupang dengan jumlah kecamatannya sebanyak 8. Wilayah kabupaten ini terdiri dari pulau Rote serta dikitari pulau-pulau kecil sebanyak 103 buah pulau,6 buah pulau berpenghuni yakni: Rote,Ndao,Nuse,Landu,Nusa Manuk,dan Usu. Menurut legenda, pulau ini mendapat nama secara kebetulan dari seorang pelaut Portugis, yang ketika tiba dan menanyakan nama pulau itu,penduduk yang ngga ngerti hanya berucap “Rote”. Nah, pada masa kedudukan Belanda lebih sering disebut “Roti”
Jika anda pencinta pantai, aku bisa bilang bahwa Rote-lah surga pantai yang sesungguhnya bagi anda. Pulau ini dikelilingi oleh pantai berpasir putih bersih yang lebar-lebar. Pokoknya luar biasa. Bahkan saya yang sudah lama di Bali, belum menemukan pantai yang lebih bagus dari pantai di Rote. Bali hanya unggul di pengelolaan saja. Kalau dari alam,sebenarnya ngga seberapa. Tapi saya suka di Bali karena transport dan akomodasinya lebih lancar,lebih mudah, lebih murah.
Agama asli orang Rote disebut dengan Halaik. Dalam konsep kehidupan akan alam gaib, orang-orang Rote juga percaya akan adanya dewa. Misalnya dewa Dewa Nutu Bek (dewa untuk pertanian), dan dewa Nade Dio (dewa pemberi kemakmuran). Mengenai konsep wujud tertinggi tersebut dikenal dengan apa yang disebut dengan Mane Tua Lain atau Lama Tuak sebagai suatu wujud tertinggi.
SENJATA
Musik sasando mudah dikolaborasikan dengan musik modern.
Maestro sasando, Jeremias Pah yang tergabung bersama Sasando muda Pah Fam, memainkan musik sasando begitu lihainya. Mereka memainkan lagu “Tanah Air” berkolaborasi dengan jebolan Indonesia Mencari Bakat (IMB) 2010 Putri Ayu. Malam itu, Dwiki Dharmawan bersama World Peace Ensemble tampil memukau bersama 100 pemain sasando asal Rote di Gedung Aula Utama El-Tari, Kupang, Selasa (13/11).
Beberapa musikus juga ikut meramaikan konser yang bertajuk “Ancient to the Future” yakni Ita Purnamasari, Ivan Nestorman dan Putri Ayu serta para maestro sasando seperti Jeremias Pah, Sasando Muda Pah Fam, Edon Family, dan John Tedens & Group. Iringan World Peace Ensemble yang dipimpin Dwiki Dharmawan mampu memberikan nasionalisme saat membawakan lagu itu. Bagaimana tidak, alat musik sasando merupakan milik dan kebanggaan Indonesia. Sasando merupakan identitas masyarakat Rote, Nusa Tenggara Timur dan Indonesia. Tidak heran, jika hampir penonton yang terdiri dari turis asing, dalam negeri dan masyarakat NTT begitu menggebu-gebu menyaksikan permainan musik sasando.
Konser ini semakin meriah dengan penampilan Ita Purnamasari. Penyanyi yang dikenal pada era 1990-an ini membawakan “Cintaku Padamu”. Lagu yang semakin melambungkan namanya di musik pop Tanah Air. Lagu yang dirilis pada 1993 ini mampu memberikan rasa kangen kepada penonton. Uniknya, Ita juga berkolaborasi dengan para pemain sasando dari grup Edon Family dan Paduan Suara Vocalista Kmanek. Selain membawakan lagu hitnya, penyanyi berusia 45 tahun ini juga membawakan lagu khas daerah NTT “Bolelebo”. Suara emasnya mampu menghipnosis penonton. Bahkan, ia sempat turun dari panggung untuk sekadar menyapa penonton. Tak ayal, penonton pun berusaha mendekatinya serta mengambil momen tersebut dengan berfoto.
BAHASA
Bahasa suku bangsa Rote pada hakekatnya satu (disebut bahasa Rote), namun bervariasi dialek menurut nusak masing-masing yang saling dapat dimengerti. Ciri yang menonjol dari bahasa Rote adalah bahasa sastra atau bahasa ritual. Bahasa sastra adalah satu bahasa khusus dan dapat segera dikenal sebagai bentuk bahasa yang digunakan dalam setiap kesempatan seperti : upacara adat, perundingan, salaman, nyanyian, tarian, dsb. Pada hakekatnya bahasa sastra merupakan pantun yang terdiri atas pasangan kata-kata berirama yang artinya bersamaan, misalnya: tolanok dudinok, dak esa fafan ma titiesa nonosinI (saudara sekerabat dan seturunan). Untuk memperoleh kata-kata seirama dengan makna dan tujuan yang sama, biasanya diambil kata-kata majemuk, sehingga bahasa sastra itu merupakan satu kesatuan pengertian yang mendalam.
Belanda memperkenalkan bahasa Melayu kepada orang Rote sebagai sarana bahasa pendidikan. Bahasa Melayu ini mudah diterima dan dipergunakan secara luar karena hampir sama dengan bahasa sastra orang Rote. Pada perkembangan lebih lanjut, bahasa Melayu berkembang menjadi bahasa Indonesia yang sampai sekarang menjadi bahasa lintas suku dan pemersatu bangsa, termasuk orang Rote.
SISTEM KEKERABATAN
Di Pulau Rote, Ume Ofa' atau "Perahu-Rumah" telah punah. Penyebabnya ialah politik Orde Baru di akhir 1960-an. Kala itu, masyarakat  diimbau menghilangkan tradisi membangun rumah tradisional dengan upacara-upacara adat dan pesta meriah, yang dinilai boros.  Tolok ukur siapa yang dipakai? Sebagai pelajaran bagi generasi mendatang, apakah masih ada ume yang bisa diselamatkan?
Tempat ternak di bawah panggung (vilenggat), juga dinilai ”tidak higeinis”. Faktor agama pun turut mempengaruhi perubahan, sebab pembangunan rumah tradisional selalu dimulai dan diakhiri dengan upacara (songgo) untuk meminta petunjuk dari ruh leluhur, yang dianggap bertentangan dengan ajaran Kristen. Ume Ofa’ Balu’ atau “Rumah-Perahu Besar”, perwujudan budaya Rote, kini terkubur sudah. Gantinya adalah ume leleo rae dan ume leleo’ .
Tempat ternak di bawah panggung (vilenggat), juga dinilai ”tidak higeinis”. Faktor agama pun turut mempengaruhi perubahan, sebab pembangunan rumah tradisional selalu dimulai dan diakhiri dengan upacara (songgo) untuk meminta petunjuk dari ruh leluhur, yang dianggap bertentangan dengan ajaran Kristen. Ume Ofa’ Balu’ atau “Rumah-Perahu Besar”, perwujudan budaya Rote, kini terkubur sudah. Gantinya adalah ume leleo rae dan ume leleo’ .
Pulau Rote, Pulau Ndao serta pulau-pulau disekitarnya terbagi dalam 19  nusa’ (suku).  Di dalam lingkungan nusa’ terdapat kelompok-kelompok kecil kumpulan beberapa keluarga yang memiliki  hubungan kekerabatan (leo). Dari kesembilan belas nusa’, terdapat delapan belas dialek. Di masa lalu terkadang terjadi benturan fisik; pemicunya adalah penguasaan atas sumber air. Untuk mempertahankannya, di Nusa’ Delha, dibangun benteng pertahanan dari batu gunung  setinggi antara tiga sampai empat meter dengan ketebalan dinding sekitar satu setengah meter. Benteng pertahanan ini disebut sebagai kota’.
Tidak diketahui secara pasti, kapan sejarah permukiman berawal di Nusa’ Delha. Menurut tradisi tutur setempat,  permukiman itu  bermula di daerah Inggu Ata, Nemberala. Penduduk pertamanya berasal dari hubungan kekerabatan atau Leo Ombak.  Bukti bahwa mereka adalah bagian dari migran melewati jalur laut, adalah konsep yang sama antara rumah (ume) tradisional dan perahu (ofa’). Bagi mereka ofa’ merupakan hunian di laut dan ume merupakan perahu di darat. Begitulah istilah Delha untuk rumah tradisional  yang besar, yakni; ume ofa’ balu’ (rumah besar seperti perahu besar). Sekarang rumah yang demikian boleh dikatakan sudah tinggal kenangan. Sebaliknya perubahan-perubahan semakin cepat tercatat.
 
http://abdulhadielyamani.blogspot.com/2013/01/makalah-kebudayaan-rote.html

HAM (HAK ASASI MANUSIA)

HAM (HAK ASASI MANUSIA)

Hak-hak dasar yang dimiliki manusia dan tidak dapat diambil atau diganggu gugat orang lain. Selalu melekat pada diri manusia selama ia hidup. Hak hak ini adalah hak hak seperti hak hidup, makan, berbicara, berjalan, berpakaiyan, mengeluarkan pendapat, bermain DLL (dan laen laen)

Hak asasi manusia

 
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

HAM adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1
Dalam kaitannya dengan itu, maka HAM yang kita kenal sekarang adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan yang hak-hak yang sebelumnya termuat, misal, dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika atau Deklarasi Perancis. HAM yang dirujuk sekarang adalah seperangkat hak yang dikembangkan oleh PBB sejak berakhirnya perang dunia II yang tidak mengenal berbagai batasan-batasan kenegaraan. Sebagai konsekuensinya, negara-negara tidak bisa berkelit untuk tidak melindungi HAM yang bukan warga negaranya. Dengan kata lain, selama menyangkut persoalan HAM setiap negara, tanpa kecuali, pada tataran tertentu memiliki tanggung jawab, utamanya terkait pemenuhan HAM pribadi-pribadi yang ada di dalam jurisdiksinya, termasuk orang asing sekalipun. Oleh karenanya, pada tataran tertentu, akan menjadi sangat salah untuk mengidentikan atau menyamakan antara HAM dengan hak-hak yang dimiliki warga negara. HAM dimiliki oleh siapa saja, sepanjang ia bisa disebut sebagai manusia.
Alasan di atas pula yang menyebabkan HAM bagian integral dari kajian dalam disiplin ilmu hukum internasional. Oleh karenannya bukan sesuatu yang kontroversial bila komunitas internasional memiliki kepedulian serius dan nyata terhadap isu HAM di tingkat domestik. Malahan, peran komunitas internasional sangat pokok dalam perlindungan HAM karena sifat dan watak HAM itu sendiri yang merupakan mekanisme pertahanan dan perlindungan individu terhadap kekuasaan negara yang sangat rentan untuk disalahgunakan, sebagaimana telah sering dibuktikan sejarah umat manusia sendiri. Contoh pelanggaran HAM:
  1. Penindasan dan membatasi hak rakyat dan oposisi dengan sewenang-wenang.
  2. Hukum (aturan dan/atau UU) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi.
  3. Manipulatif dan membuat aturan pemilu sesuai dengan penguasa dan partai tiran/otoriter.

http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_asasi_manusia

Rabu, 13 Maret 2013

Aku Cinta Indonesia

gue cinta Indonesia.. kenapa ? menurut gue..........

             Karena Indonesia ini memiliki beraneka ragam suku bangsa.. menurut wikipedia yg barusan gue baca Terdapat lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010.. seperti lirik dari lagu project pop "Ada orang Batak, ada orang Jawa Ada orang Ambon, ada juga orang Padang Ada orang Menado, ada orang Madura Ada orang Papua, nggak disebut jangan marah" dan masi banyak lagi suka bangsa di Indonesia.. sebenarnya sebagai seorang laki laki ada juga wanita yg sedang di sukai, dia orang Batak :D xexexe


            Gue juga ngerasa aman tinggal di negara Indonesia ini.. meskipun banyak ancaman dari dalam dan luar seperti teroris, bom, perampokan, pembunuhan pencabulan sampai prostitusi gue lebih ngerasa aman karena kita indonesia itu berapa di tempat yg tidak ada Angin Tornado seperti di amerika srikat, Badai salju di eropa dan lain lain lagi.. terutama gue ngerasa aman karena sedikit binatang beracun yg bisa tinggal di lingkungan komplek atau lingkungan tinggal manusia seperti Kodok racun panah di california, ga lucu kn gue mati gara gara ga sengaja megang itu kodok.. Buaya Laut di australia, bikin ga aman berenang di laut kalo ada itu buaya.. Ubur ubur kotak di australia, masa mao berenang di laut harus cek dulu tanda bahaya.. Brazilian Wandering Spider di amerika dan masi banyak lagi binatang yg bisa bikin kita mati gajelasdi dalem ruma kita atau halaman ruma kita sendiri .


                Keindahan keindahan yg ada di Indonesia juga ga kalah indah dari berbagai macam tempat di dunia seperti Taman Nasional Lorent..Raja Ampat..Lombok..Bali..Bunaken dan masi banyak lagi tempat yg indah indah dan pastinya lebih indah dari tatapan mata si doi :D xexexexexe

Senin, 11 Juni 2012

If You're Not The One



If you're not the one, then why does my soul feel glad today?
If you're not the one, then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine, then why does your heart return my call?
If you you are not mine, would I have the strength to stand at all?

I never know what the future brings
But I know you're here with me now
We'll make it through and I hope
You are the one I share my life with

I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?

If I don't need you, then why am I crying on my bed?
If I don't need you, then why does your name resound in my head?
If you're not for me, then why does this distance name my life?
If you're not for me, then why do I dream of you as my wife?

I don't know why you're so far away
But I know that this much is true
We'll make it through and I hope
You are the one I share my life with

And I wish that you could be the one I die with
And I pray that you're the one I build my home with
I hope I love you all my life

I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?

'Cause I miss your body and soul so strong
That it takes my breath away
And I breath you into my heart
And I pray for the strength to stand today

'Cause I love you whether it's wrong or right
And though I can't be with you tonight
And though my heart is by your side

I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand
If I'm not made for you, then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?



[. From: http://www.elyrics.net/read/d/daniel-bedingfield-lyrics/if-you_re-not-the-one-lyrics.html .]

hurt


I hesitated
I doubt
I cenburu
I stressed

all sense of the cave
all mess i did
all injustice
all the rage cave

like rain without clouds
like a day without the sun
like a night without darkness
like a wounded heart

caves and heart beat
caves and in pain
caves and suffering
caves and pain

the simplicity of word


only words the phrase
words words words only
word for word to communicate
also useful words

I like the word ga
complicated words
difficult words
hard words

caves and simplicity
caves and simple words
cave and said the word
simple words

all because of the cave
I like many thinkers
thinkers just for stupid people
I was not stupid

Dizziness


I thought a lot
I stuck here
I dont know what to do
why I like this

what happened
this is not a cave
instead of the usual cave
not not not cave

I dont know why
cave pain, restless restless
head is going to explode
endless problems

dizziness cave
cave headache
I dont calm
finally i just resigned

Passes

Why All Passes
somehow it all seemed unusual
as usual is not going through
the way we used to skip
become a distant memory in the liver injury

Who would have thought this would all happen
whom we know enough to be split up here
when everything went perfect time to pick up
at the time of laughter and jokes irreplaceable by any

all of this confusing and painful
why this all happened to us
the smile that shines the brightest
the heart that hope is always with

I wish to repeat all the re-
I would not waste waste sedetikpun to stay together
I will always succumb semi laughter which is irreplaceable
and hope all will like this, Forever.

it's me

im not the one who know you
im not the one that can make you smile
i just a stupid boy with silent on my mouth
and i just can tell you how i do to

dont you know i watch you everyday
every breath you take never miss on my eyes
every words you said i always hear
and every step that you take i always be there

not only you in my heart and not only your face
but you always come me true the heart
never mind how i mad you always smilw to me
it's make me feel.... feel that i love you so much and much

now you go now you not here
now i standing at your door
waiting for something it never come
and it's the ends of you and i .






























Kamis, 26 April 2012

Noun Clauses

Noun Clauses

See The Sentence for definitions of sentence, clause, and dependent clause. A sentence which contains just one clause is called a simple sentence.
A sentence which contains one independent clause and one or more dependent clauses is called a complex sentence. (Dependent clauses are also called subordinate clauses.)
There are three basic types of dependent clauses: adjective clauses, adverb clauses, and noun clauses. (Adjective clauses are also called relative clauses.)
This page contains information about noun clauses. Also see Adjective Clauses and Adverb Clauses.

A. Noun clauses perform the same functions in sentences that nouns do:
A noun clause can be a subject of a verb:

What Billy did shocked his friends.
A noun clause can be an object of a verb:

Billy’s friends didn’t know that he couldn’t swim.
A noun clause can be a subject complement:

Billy’s mistake was that he refused to take lessons.
A noun clause can be an object of a preposition:

Mary is not responsible for what Billy did.
A noun clause (but not a noun) can be an adjective complement:

Everybody is sad that Billy drowned.

B. You can combine two independent clauses by changing one to a noun clause and using it in one of the ways listed above. The choice of the noun clause marker (see below) depends on the type of clause you are changing to a noun clause:
To change a statement to a noun clause use that:

I know + Billy made a mistake =

I know that Billy made a mistake.
To change a yes/no question to a noun clause, use if or whether:

George wonders + Does Fred know how to cook? =

George wonders if Fred knows how to cook.
To change a wh-question to a noun clause, use the wh-word:

I don’t know + Where is George? =

I don’t know where George is.
C. The subordinators in noun clauses are called noun clause markers. Here is a list of the noun clause markers:

that

if, whether

Wh-words: how, what, when, where, which, who, whom, whose, why

Wh-ever words: however, whatever, whenever, wherever, whichever, whoever, whomever

D. Except for that, noun clause markers cannot be omitted. Only that can be omitted, but it can be omitted only if it is not the first word in a sentence:
correct:

Billy’s friends didn’t know that he couldn’t swim.
correct:

Billy’s friends didn’t know he couldn’t swim.
correct:

Billy’s mistake was that he refused to take lessons.
correct:

Billy’s mistake was he refused to take lessons.
correct:

That Billy jumped off the pier surprised everyone.
not correct:

* Billy jumped off the pier surprised everyone.

E. Statement word order is always used in a noun clause, even if the main clause is a question:
not correct:

* Do you know what time is it? (Question word order: is it)
correct:

Do you know what time it is? (Statement word order: it is)
not correct:

* Everybody wondered where did Billy go. (Question word order: did Billy go)
correct:

Everybody wondered where Billy went. (Statement word order: Billy went)

F. Sequence of tenses in sentences containing noun clauses:
When the main verb (the verb in the independent clause) is present, the verb in the noun clause is:

future if its action/state is later

He thinks that the exam next week will be hard.

He thinks that the exam next week is going to be hard.

present if its action/state is at the same time

He thinks that Mary is taking the exam right now.

past if its action/state is earlier

He thinks that George took the exam yesterday.
When the main verb (the verb in the independent clause) is past, the verb in the noun clause is:

was/were going to or would + BASE if its action/state is later
He thought that the exam the following week was going to be hard.

He thought that the exam the following week would be hard.

past if its action/state is at the same time

He thought that Mary was taking the exam then.
past perfect if its action/state is earlier
He thought that George had taken the exam the day before.
If the action/state of the noun clause is still in the future (that is, after the writer has written the sentence), then a future verb can be used even if the main verb is past.

The astronaut said that people will live on other planets someday.
If the action/state of the noun clause continues in the present (that is, at the time the writer is writing the sentence) or if the noun clause expresses a general truth or fact, the simple present tense can be used even if the main verb is past.

We learned that English is not easy.

The boys knew that the sun rises in the east.

G. Here are some examples of sentences which contain one noun clause (underlined) and one independent clause:
Noun clauses as subjects of verbs:

That George learned how to swim is a miracle.

Whether Fred can get a better job is not certain.

What Mary said confused her parents.

However you learn to spell is OK with me.
Noun clauses as objects of verbs:

We didn’t know that Billy would jump.

We didn’t know Billy would jump.

Can you tell me if Fred is here?

I don’t know where he is.

George eats whatever is on his plate.
Noun clauses as subject complements:

The truth is that Billy was not very smart.

The truth is Billy was not very smart.

The question is whether other boys will try the same thing.

The winner will be whoever runs fastest.
Noun clauses as objects of prepositions:

Billy didn’t listen to what Mary said.

He wants to learn about whatever is interesting.
Noun clauses as adjective complements:

He is happy that he is learning English.

We are all afraid that the final exam will be difficult.

sumber : http://faculty.deanza.edu/flemingjohn/stories/storyReader$23

Conditional Sentences

Conditional Sentences are also known as Conditional Clauses or If Clauses. They are used to express that the action in the main clause (without if) can only take place if a certain condition (in the clause with if) is fulfilled. There are three types of Conditional Sentences.

Conditional Sentence Type 1

→ It is possible and also very likely that the condition will be fulfilled.
Form: if + Simple Present, will-Future
Example: If I find her address, I’ll send her an invitation.

Conditional Sentence Type 2

→ It is possible but very unlikely, that the condition will be fulfilled.
Form: if + Simple Past, Conditional I (= would + Infinitive)
Example: If I found her address, I would send her an invitation.

Conditional Sentence Type 3

→ It is impossible that the condition will be fulfilled because it refers to the past.
Form: if + Past Perfect, Conditional II (= would + have + Past Participle)
Example: If I had found her address, I would have sent her an invitation.

sumber : http://www.ego4u.com/en/cram-up/grammar/conditional-sentences .


Kamis, 15 Maret 2012

Adverb Clause

Adverbial Clause adalah Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yaknimenerangkan kata kerja

Clause of Time
Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction(kata penghubung)
 seperti after, before, no sooner, while, as, dll
 
Clause of Place
Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunctionseperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll
 
Clause of Contrast (or Concession)
Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yangsaling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as thetime, dll
 
 

Jumat, 09 Maret 2012

Tugas Ekonomi Pembangunan - Insomnia

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur yaitu merasa kesulitan untuk tidur atau mempertahankan diri agar dapat tidur tetapi gagal, biasanya pada saat terbangun akan terjadi gangguan pada tubuh di ke esokan harinya .

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis di dalam kehidupan seseorang yg mengalami insomnia tersebut, orang tersebut cenderung sangat susah sekali untuk tidur walaupun berusaha dan berusaha untuk memejamkan mata meraka namun hasilnya sia sia saja .

Biasanya pengidap insomnia mengalami gangguan di kesehariannya yg membawa pikirannya, masalah pekerjaan, perkuliyahan, percintaan atau masalahmasalah yg lain, atau merasa cemas, galau, gelisah, dan terjebak di suatu permasalahan yg tidak bisa diselesaikannya .

Dampaknya adalah mengantuk di keseharian, merasa kelelahan walau tidak melakukan pekerjaan berat, membuat tubuh menjadi lemas, dll

Cara mengatasi gangguan insomnia adalah tergantung kepada seseorang tersebut, misalkan orang tersebut tidak merasa lelah di harinya dan malamnya tidak bisa tidur terkena insomnia, biasanya cara mengatasi insomnia adalah dengan menenangkan diri sendiri saat akan pergi tidur, buat kamar anda senyaman mungkin, usahakan dengan suasana tenang atau dengan mendengarkan lagu mello atau easy listening di telinga anda, terkadang jika sangat parah maka anda harus menjalani terapi hipnotis agar dapat tidur dengan tenang dan nyaman .

Kesimpulan : Jangan sampai terkena Insomnia, karena dampaknya yg merugikan, usahakan cupuk istirahat agar dapat menjalankan aktifitas dengan santai aja .

Selasa, 28 Februari 2012

B.O.S.A.N

Semua ini begitu terasa membosankan
Sadarkah kalian semua ? atau tidak ?
Kita melakukan aktifitas 1 hari
Sama seperti kemarin atau hampir

Setiap minggu selalu sama yg dilakukan
Setiap malah selalu sama
setiap sore maupun pagi
atau setiap tahun juga sama

Begitu mem B.O.S.A.N kan, jenuh
Sangat jenuh, jenuh sekali
Udah berbagai cara dilakukan agar tidak gitu
Tetapi semua percuma saja tak berarti

Rabu, 04 Januari 2012

Resensi Novel "Kemarau" .

Penulis : A.A. Navis .
tahun   : 1967 .


Judul di atas segera mengajukan pertanyaan, apa yang dipertimbangkan? Nasib? Tulisan ulasan tentang novel ‘Kemarau’ karya A.A Navis ini tidak hendak membahas nasib sebagai sebuah kaidah langit dan bumi, tapi tulisan ini lebih ingin mempertimbangkan laku manusia menghadapi ‘nasib’nya yang lebih sering tak sesuai. Seperti keadaan sekarang dimana perubahan iklim sudah sampai pada titik anomaly, sukar di prediksi, dan bagi petani hal itu sangat mengganngu keberlangsuangan harmoni lama terkait musim tanam dan panen raya. Kekeringan berkepanjangan di beberapa dairah memaksa petani ’mundur’ selangkah untuk merenung dan mencari cara mengatasi kekeringan, pemerintah toh memang tak seberapa perduli, para pemuka juga tak seberapa sigap menyodorkan sebuah ‘keyakinan’ untuk mengambil jalan ihtiyar bagi petani.
Ditengah situasi semacam itu, petani kecil di ladangnya yang kekeringan di perdesaan mulai oleng setengahnya putus asa harus berbuat apa. Masing-masing punya pilihan merespon kekeringan dan perubahan iklim ekstrim yang seperti nasib itu. ada yang duduk menunggu dan mundur selangkah, ada yang maju selangkah dan bekerja keras. Demikianlah sebuah kronik. Dan pada novel ‘Kemarau’ karya A.A Navis ini mungkin ada pelajaran bisa dimanfaatkan.
******
Novelette ini berkisah mula pada terjadinya kemarau panjang yang melanda sebuah kampung. Tanah jadi retak dan sawah pun jadi kering kerontang. Orang kampung pun mulai resah dan gelisah.
Sebetulnya, ada sebuah danau dekat kampung itu. akan tetapi, orang kampung ternyata lebih suka pergi ke dukun. “Dan setelah tak juga keramat dukun itu memberi hasil, barulah mereka ingat pada Tuhan. Mereka pergilah setiap malam ke mesjid mengadakan ratib, mengadakan sembah yang kaul meminta hujan. Tapi hujan tak kunjung turun juga.”
Hanya sutan Duano yang berbuat lain.”Pada ketika bendar-bendar tak mengalirkan air lagi, sawah-sawah sudah mulai kering dan matahari masih terus bersinar dengan maraknya tanpa gangguan awan sebondong pun, diambilnya sekerat bamboo. Lalu disandangnya di kedua ujung bamboo itu. dan dua belek minyak tanah digantungkannya di kedua ujung bamboo itu. diambilnya air ke danau dan ditumpahkannya ke sawahnya.” Akan tetapi, apakah orang kampung mengikuti perbuatan Sutan Duano?
Itu lah babak kunci novel berjudul “Kemaru” karya pengarang cerpen yang kesohor dengan “Robohnya Suarau Kami” ini, A.A. Navis.
Apa inti gagasan dan pesan yang ingin disampaikan A.A. Nafis dalam karya “Kemaru” yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1957 itu? seperti dalam cerita pendek “Robohnya Surau Kami” yang mendapat hadiah dari majalah ‘Kisah’ itu, Navis ingin mengingatkan kita akan pentingnya mencari nafkah, bekerja keras, mengucurkan peluh dan keringat di dunia ini—di samping menyebut-nyebut dan memuji nama Allah. Kerja keras adalah bagin penting dari ibadah kita. Dalam ‘Kemarau’ perhatian navis terhadap pentingnya kerja keras itu muncul kembali.
Dengan latar musim kemarau yang berkepanjangan, seperti apa dikatakan Sapardji Djoko Damono dalam ulasannya atas novelette ‘Kemarau’ ini, mengungkapkan usaha tokoh bernama Sutan Duano untuk meyakinkan penduduk kampung itu untuk bekerja keras melawan kekeringan. Ciri yang segera mengungkapkan kita kepada ‘Robohnya Surau Kami’ adalah sindirannya. Di awal novel ini digambarkan bagaimana penduduk kampung itu, yang umumnya petani, menghadapi musim kering yang telah merusak sawah mereka:
“setiap pagi dan setiap sore para petani selalu menadang langit ingin tahu apakah hujan akan turun atau tidak. Dan setelah tanah sawah mulai merekah, mulai lah mereka berpikir, ada beberapa orang pergi ke dukun…tapi dukun itu juga tidak bisa berbuat apa-apa setelah setumpukan sabut kelapa dipanggang bersama sekepal kemenyan…dan setelah tak juga keramat dukun itu memberi hasil, barulah mereka ingat kepada Tuhan. Mereka pergilah setiap malam ke masjid mengadakan sembahyang kaul meminta hujan. Tapi hujan tak kunjung turun juga…lalu mereka lemparkan pikirannya dari sawah, hujan setetes pun tak mereka harapkan lagi…dan untuk membunuh rasa putus asa, mereka lebih suka main domino atau main kartu di lepau-lepau.
Dalam kutipan itu, jelas-jelas Navis menyindir segala usaha yang telah dilakukan manusia untuk mengubah keadaan. Dalam upaya manusia tersebut, tampaknya dukun, Tuhan, dan kartu domino menduduki posisi yang tak berbeda; mereka semua merupakan tempat pelarian manusia dari putus asa. Segala hal yang telah dilakukan menjadi tampak absurd, konyol,atau setidaknya mirip karikatur di mata kita. Berbagai tindakan manusia yang mungkin sekali dilakukan dengan tulis dan yakin itu seolah-seolah menjadi sia-sia dan sedikit lucu. Apakah Navis membiarkan situasi demikian itu begitu saja?
Sutan Duano adalah tokoh yang di ciptakannya untuk menjawab berbagai masalah tersebut. Di tengah musim kering yang telah menyebabkan kebanyakan orang kampung putus asa, Sutan Duano digambarkan mengambil:
“….sekarat bamboo. Lalu disandangnya kedua ujung bamboo itu. dan dua belek minyak tanah digantungkannya di kedua ujung bambu itu. diambilnya air ke danau dan ditumpahkannya ke sawah. Ia mulai dari subuh dan berhenti pada jam Sembilan pagi. Lalu dimulainya lagi sesudah asar, dan ia berhenti pada waktu magrib hampir tiba. Dan beberap akali angkut tak dilupakknya mengisi kedua kolam ikannya.”
Sutan Dauno, lelaki berusia sekitar 50 tahun itu, adalah setu-satunya manusia yang “berbuat lain”. Siapa gerangan tokoh iyu? Tidak begitu jelas asal-usulnya; ia muncul di kampung itu pada akhir masa pendudukan jepang.lelaki itu (ketika datang berusia sekitar 40 tahun) diberi tempat berteduh oleh kepala kampung, yakni sebuah surau tua yang telah lapuk dan tak terurus. Ia tampaknya lebih suka hidup menyisih. Orang setengahnya mengharapkan, atau setidaknya memiliki anggapan, bahwa tinggal di surau, “ adalah untuk menghabiskan sisa umurnya sambil berbuat ibdah melulu, sembahyang, dzikir, dan membaca Qur’an sampai mata jadi rabun. Memang itulah gunanya surau dibuat orang selama ini.” Namun, ternyata Sutan Dauno berbuat lain. Ia rupanya tidak begitu memberi perhatian terhadapan kegiatan rohani semacam itu, tetapi memusatkan perhatian pada kola ikan dan sawah. Ketika orang-orang kampung itu tertarik untuk meninggalkan pekerjaan “kasar “itu, dan lebih suka pada “pengetahuan umum,” ia justeru mengumpulkan uang dengan berbagai jenis pekerjaan kasar. Dengan kerja kasarnya itu, ia berhasil mengumpulkan kekayaan dan akhirnya menjadi orang yang dihormati di kampung.
Tampaknya dalam kemarau ini Navis juga ingin menekankan pentingnya memeras keringat sebagai kegiatan snagat penting, terutama sekali di daerah yang tandus seperti yang digambarkannya itu. ia menunjukan kokonyolan usaha manusia melawan kemarau, yang tentunya merupakan lambing kesulitan hidup atau cobaan Allah; digambarkannya betapa absurd manusia memerlukan dukun, Tuhan, dan kartu domino. Navis rupanya menawarkan kepada kita tokoh Sutan Duano sebagai alternative—yang ternyata sama absurd-nya. Kita bayangkan seorang lelaki setengah baya di musim kemarau yang memikul dua belek seharian berjalan mondar-mandir mengambil air dari danau untuk dituangkan ke sawah dan kolamnya. Seperti penduduk lain dalam kampung itu, Suran Dauno juga seperti sebuah karikatur; cirri itu ditebalkan oleh sifatnya yang tak suka bergaul dan asal-usulnya yang tak begitu jelas. Ia muncul begitu saja dikampung itu, bekerja keras dan membujuk penduduk kampung untuk mengikuti teladannya.
Novelet ‘Kemarau’ karya Navis ini, menurut Sapardi Djoko Damono dalam kata pengantar untuk buku ini, ditinjau dari segi komposisi, kisah yang agak sentimental yang menyangkut Sutan Dauno, Gudam, Acin, dan masa lalunya itu merupakan semcam imbangan bagi sindiran tajam yang merupakan cirri utama novelet ini. Kalaupun alur karya Navis ini sulit meyakinkan kita, sindiran itu mungkin bisa menggoda kita untuk mempertimbangkan kembali pandangan kita tentang nasib manusia.

Sumber : http://www.goodreads.com/

Rabu, 14 Desember 2011

Mengapa Semua Berlalu

entah mengapa semua terasa tidak biasa
seperti bukan yang biasa di lalui
jalan yang dulu sering kita lewati
tinggal kenangan menjadi luka di hati

siapa sangka ini semua akan terjadi
siapa tau kita akan berpisah cukup sampai disini
di saat semua berjalan sempurna waktu menjemput
di saat tawa dan canda tak tergantikan dengan apapun

semua ini membingungkan dan menyakitkan
kenapa ini semua terjadi kepada kita
kepada senyum yang bersinar paling terang
kepada hati yang berharap selalu bersama

andai saja bisa terulang semua kembali
takkan ku sia siakan sedetikpun untuk selalu bersama
aku akan selalu mengalah semi tawa yg tak tergantikan
dan berharap semua akan seperti ini, Selamanya .

Kamis, 24 November 2011

Gunung Berapi Meletus

Lo semua pada tau gunung merapi kan ? itu tuhh gunung yang berapi api, wkkwkwkwkwk .
Gunung merapi itu adalah gunung yang aktif, iya kalo ga salah sihh,
Tapi menurut sepengetahuan gue ini, gunung berapi itu berbahaya tauu,
Terjadi letusan tuhh karena endapan magma gitu di perut bumi, ehh di dorong paksa sama gas yg bertekanan tinggi gitu ehh muncrat dehh kemana mana, wkwkwkwk.
batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, huff untung ruma gue jauh , wkwkwkwk.
kalo lavanya bisa membanjiri, manjangkau, meraih sampai sejauh radius 90 km, huhhh bisa mateng gue kena lava, untung jauh :p wkwkwkwkwkwkwk .

efeknya adalah, ya macem macem, ada yg inilahh itulahh ginilahh gonolahh sinilahh sonolahh positiflahh negatiflahh ya banyak "lahh" , wkwkwkwkk .
nihh efeknya :

  • Merusak pemukiman warga sekitar bencana, kayanya :p
  • Menyebabkan gagal panen sihh
  • Matinya infrastruktur kehidupan sekitar juga kali
  • Terhentinya aktivitas pekerjaan masyarakat, rugilahh
  • Turis jadi sepi broo
  • Pesawat ga bolehh terbang, kan banyak debu vulkanik, yg ada mati semua ntar, wkwkwk
  • komunikasi putus, listrik putus, air putus, putus semua dahh, tapi kalo pacar sihh enggak, wkwkw

 Gimana nihh menyikapi bencana ini guys ?
kalo gua mahh santai aja, kan ruma gue jauh, ga usah paniklahh, wkwkwkwk.


tapi kalo ruma lu tuhh deket banget sama gunung merapi !! gua saranin buru buru dahh jual tuhh rumahh, pindah sini ke jakarta bareng gua, wkwkwkwk.

kalo udah terlanjur keburu meletus nihh, lu diem aja bro gak usahh lari, nyawa kan di tangan Tuhan, santai aja duduk sambil berdoa, jangan panik berdoa aja sebisanya, karna kalo lari juga percuma Men kecepatan debunya aja lebihh dari kecepatan atlit Lari cepat sedunia, kalo gue saranin kalo udah terlanjur Lari, ya sambil berdoa aja Larinya, moga moga selamet yee sobb, wkwkwkwk.


itu saran dari gue aja, kalo ga suka ya diem, kalo suka follow dong .
wkwkwkwkwkk

Kamis, 17 November 2011

Teman Curhat Semalaman

dia teman gua
gua teman dia
kita berteman
teman sekelas

gua jarang bicara
dia jarang bicara
kita jarang bicara
bicara hal penting saja

berawal dari hp
hp gratis, hp IMO
hp sejuta umat
semua punya hp

curhat semalaman
curhat tentang gua
curhat tentang dia
curhat tentang kita

Pusing

gua banyak pikiran
gua terjebak di sini
gua ga tau harus gimana
kenapa gua begini

apa yang terjadi
ini bukan gua
bukan gua yang biasa
bukan bukan bukan gua

gua ga tau kenapa
gua sakit, resah gelisah
kepala ini mau pecah
masalah tak ada habisnya

gua pusing
gua sakit kepala
gua ga tenang
akhirnya pasrah aja

Minggu, 13 November 2011

Kesederhanaan Kata

kata kata cuma ungkapan
kata kata hanya ucapan
kata kata buat berkomunikasi
kata kata berguna juga

gua ga suka kata kata
kata kata ribet
kata kata sulit
kata kata susah

gua dan kesederhanaan
gua dan kata sederhana
gua dan kata kata
kata kata sederhana

semua karena gua
gua ga suka banyak mikir
mikir cuma buat orang bego
gua bukan orang bego