WELCOME .

Selamat datang, iseng iseng buka blog ehh blog gue nihh yg di klik, isinya masi ga jelas nihh, maklum lahh masi pemula kelas berat, yaa tapi gue mau belajar dan terus maju, semoga yg ada di Blog gue ini berguna yaa . Makasi lohh yaa :D

sekalian Like Facebook gue yaaa :D


Kamis, 15 Maret 2012

Adverb Clause

Adverbial Clause adalah Clause (anak kalimat) yang berfungsi sebagai Adverb, yaknimenerangkan kata kerja

Clause of Time
Clause yang menunjukkan waktu. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction(kata penghubung)
 seperti after, before, no sooner, while, as, dll
 
Clause of Place
Clause yang menunjukkan tempat. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunctionseperti where, nowhere, anywhere, wherever, dll
 
Clause of Contrast (or Concession)
Clause yang menunjukkan adanya pertentangan antara dua kejadian atau peristiwa yangsaling berhubungan. Biasanya dibuat dengan menggunakan conjunction (kata penghubung) seperti although, though, even though, whereas, even if, in spite of, as thetime, dll
 
 

Jumat, 09 Maret 2012

Tugas Ekonomi Pembangunan - Insomnia

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur yaitu merasa kesulitan untuk tidur atau mempertahankan diri agar dapat tidur tetapi gagal, biasanya pada saat terbangun akan terjadi gangguan pada tubuh di ke esokan harinya .

Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis di dalam kehidupan seseorang yg mengalami insomnia tersebut, orang tersebut cenderung sangat susah sekali untuk tidur walaupun berusaha dan berusaha untuk memejamkan mata meraka namun hasilnya sia sia saja .

Biasanya pengidap insomnia mengalami gangguan di kesehariannya yg membawa pikirannya, masalah pekerjaan, perkuliyahan, percintaan atau masalahmasalah yg lain, atau merasa cemas, galau, gelisah, dan terjebak di suatu permasalahan yg tidak bisa diselesaikannya .

Dampaknya adalah mengantuk di keseharian, merasa kelelahan walau tidak melakukan pekerjaan berat, membuat tubuh menjadi lemas, dll

Cara mengatasi gangguan insomnia adalah tergantung kepada seseorang tersebut, misalkan orang tersebut tidak merasa lelah di harinya dan malamnya tidak bisa tidur terkena insomnia, biasanya cara mengatasi insomnia adalah dengan menenangkan diri sendiri saat akan pergi tidur, buat kamar anda senyaman mungkin, usahakan dengan suasana tenang atau dengan mendengarkan lagu mello atau easy listening di telinga anda, terkadang jika sangat parah maka anda harus menjalani terapi hipnotis agar dapat tidur dengan tenang dan nyaman .

Kesimpulan : Jangan sampai terkena Insomnia, karena dampaknya yg merugikan, usahakan cupuk istirahat agar dapat menjalankan aktifitas dengan santai aja .

Selasa, 28 Februari 2012

B.O.S.A.N

Semua ini begitu terasa membosankan
Sadarkah kalian semua ? atau tidak ?
Kita melakukan aktifitas 1 hari
Sama seperti kemarin atau hampir

Setiap minggu selalu sama yg dilakukan
Setiap malah selalu sama
setiap sore maupun pagi
atau setiap tahun juga sama

Begitu mem B.O.S.A.N kan, jenuh
Sangat jenuh, jenuh sekali
Udah berbagai cara dilakukan agar tidak gitu
Tetapi semua percuma saja tak berarti

Rabu, 04 Januari 2012

Resensi Novel "Kemarau" .

Penulis : A.A. Navis .
tahun   : 1967 .


Judul di atas segera mengajukan pertanyaan, apa yang dipertimbangkan? Nasib? Tulisan ulasan tentang novel ‘Kemarau’ karya A.A Navis ini tidak hendak membahas nasib sebagai sebuah kaidah langit dan bumi, tapi tulisan ini lebih ingin mempertimbangkan laku manusia menghadapi ‘nasib’nya yang lebih sering tak sesuai. Seperti keadaan sekarang dimana perubahan iklim sudah sampai pada titik anomaly, sukar di prediksi, dan bagi petani hal itu sangat mengganngu keberlangsuangan harmoni lama terkait musim tanam dan panen raya. Kekeringan berkepanjangan di beberapa dairah memaksa petani ’mundur’ selangkah untuk merenung dan mencari cara mengatasi kekeringan, pemerintah toh memang tak seberapa perduli, para pemuka juga tak seberapa sigap menyodorkan sebuah ‘keyakinan’ untuk mengambil jalan ihtiyar bagi petani.
Ditengah situasi semacam itu, petani kecil di ladangnya yang kekeringan di perdesaan mulai oleng setengahnya putus asa harus berbuat apa. Masing-masing punya pilihan merespon kekeringan dan perubahan iklim ekstrim yang seperti nasib itu. ada yang duduk menunggu dan mundur selangkah, ada yang maju selangkah dan bekerja keras. Demikianlah sebuah kronik. Dan pada novel ‘Kemarau’ karya A.A Navis ini mungkin ada pelajaran bisa dimanfaatkan.
******
Novelette ini berkisah mula pada terjadinya kemarau panjang yang melanda sebuah kampung. Tanah jadi retak dan sawah pun jadi kering kerontang. Orang kampung pun mulai resah dan gelisah.
Sebetulnya, ada sebuah danau dekat kampung itu. akan tetapi, orang kampung ternyata lebih suka pergi ke dukun. “Dan setelah tak juga keramat dukun itu memberi hasil, barulah mereka ingat pada Tuhan. Mereka pergilah setiap malam ke mesjid mengadakan ratib, mengadakan sembah yang kaul meminta hujan. Tapi hujan tak kunjung turun juga.”
Hanya sutan Duano yang berbuat lain.”Pada ketika bendar-bendar tak mengalirkan air lagi, sawah-sawah sudah mulai kering dan matahari masih terus bersinar dengan maraknya tanpa gangguan awan sebondong pun, diambilnya sekerat bamboo. Lalu disandangnya di kedua ujung bamboo itu. dan dua belek minyak tanah digantungkannya di kedua ujung bamboo itu. diambilnya air ke danau dan ditumpahkannya ke sawahnya.” Akan tetapi, apakah orang kampung mengikuti perbuatan Sutan Duano?
Itu lah babak kunci novel berjudul “Kemaru” karya pengarang cerpen yang kesohor dengan “Robohnya Suarau Kami” ini, A.A. Navis.
Apa inti gagasan dan pesan yang ingin disampaikan A.A. Nafis dalam karya “Kemaru” yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1957 itu? seperti dalam cerita pendek “Robohnya Surau Kami” yang mendapat hadiah dari majalah ‘Kisah’ itu, Navis ingin mengingatkan kita akan pentingnya mencari nafkah, bekerja keras, mengucurkan peluh dan keringat di dunia ini—di samping menyebut-nyebut dan memuji nama Allah. Kerja keras adalah bagin penting dari ibadah kita. Dalam ‘Kemarau’ perhatian navis terhadap pentingnya kerja keras itu muncul kembali.
Dengan latar musim kemarau yang berkepanjangan, seperti apa dikatakan Sapardji Djoko Damono dalam ulasannya atas novelette ‘Kemarau’ ini, mengungkapkan usaha tokoh bernama Sutan Duano untuk meyakinkan penduduk kampung itu untuk bekerja keras melawan kekeringan. Ciri yang segera mengungkapkan kita kepada ‘Robohnya Surau Kami’ adalah sindirannya. Di awal novel ini digambarkan bagaimana penduduk kampung itu, yang umumnya petani, menghadapi musim kering yang telah merusak sawah mereka:
“setiap pagi dan setiap sore para petani selalu menadang langit ingin tahu apakah hujan akan turun atau tidak. Dan setelah tanah sawah mulai merekah, mulai lah mereka berpikir, ada beberapa orang pergi ke dukun…tapi dukun itu juga tidak bisa berbuat apa-apa setelah setumpukan sabut kelapa dipanggang bersama sekepal kemenyan…dan setelah tak juga keramat dukun itu memberi hasil, barulah mereka ingat kepada Tuhan. Mereka pergilah setiap malam ke masjid mengadakan sembahyang kaul meminta hujan. Tapi hujan tak kunjung turun juga…lalu mereka lemparkan pikirannya dari sawah, hujan setetes pun tak mereka harapkan lagi…dan untuk membunuh rasa putus asa, mereka lebih suka main domino atau main kartu di lepau-lepau.
Dalam kutipan itu, jelas-jelas Navis menyindir segala usaha yang telah dilakukan manusia untuk mengubah keadaan. Dalam upaya manusia tersebut, tampaknya dukun, Tuhan, dan kartu domino menduduki posisi yang tak berbeda; mereka semua merupakan tempat pelarian manusia dari putus asa. Segala hal yang telah dilakukan menjadi tampak absurd, konyol,atau setidaknya mirip karikatur di mata kita. Berbagai tindakan manusia yang mungkin sekali dilakukan dengan tulis dan yakin itu seolah-seolah menjadi sia-sia dan sedikit lucu. Apakah Navis membiarkan situasi demikian itu begitu saja?
Sutan Duano adalah tokoh yang di ciptakannya untuk menjawab berbagai masalah tersebut. Di tengah musim kering yang telah menyebabkan kebanyakan orang kampung putus asa, Sutan Duano digambarkan mengambil:
“….sekarat bamboo. Lalu disandangnya kedua ujung bamboo itu. dan dua belek minyak tanah digantungkannya di kedua ujung bambu itu. diambilnya air ke danau dan ditumpahkannya ke sawah. Ia mulai dari subuh dan berhenti pada jam Sembilan pagi. Lalu dimulainya lagi sesudah asar, dan ia berhenti pada waktu magrib hampir tiba. Dan beberap akali angkut tak dilupakknya mengisi kedua kolam ikannya.”
Sutan Dauno, lelaki berusia sekitar 50 tahun itu, adalah setu-satunya manusia yang “berbuat lain”. Siapa gerangan tokoh iyu? Tidak begitu jelas asal-usulnya; ia muncul di kampung itu pada akhir masa pendudukan jepang.lelaki itu (ketika datang berusia sekitar 40 tahun) diberi tempat berteduh oleh kepala kampung, yakni sebuah surau tua yang telah lapuk dan tak terurus. Ia tampaknya lebih suka hidup menyisih. Orang setengahnya mengharapkan, atau setidaknya memiliki anggapan, bahwa tinggal di surau, “ adalah untuk menghabiskan sisa umurnya sambil berbuat ibdah melulu, sembahyang, dzikir, dan membaca Qur’an sampai mata jadi rabun. Memang itulah gunanya surau dibuat orang selama ini.” Namun, ternyata Sutan Dauno berbuat lain. Ia rupanya tidak begitu memberi perhatian terhadapan kegiatan rohani semacam itu, tetapi memusatkan perhatian pada kola ikan dan sawah. Ketika orang-orang kampung itu tertarik untuk meninggalkan pekerjaan “kasar “itu, dan lebih suka pada “pengetahuan umum,” ia justeru mengumpulkan uang dengan berbagai jenis pekerjaan kasar. Dengan kerja kasarnya itu, ia berhasil mengumpulkan kekayaan dan akhirnya menjadi orang yang dihormati di kampung.
Tampaknya dalam kemarau ini Navis juga ingin menekankan pentingnya memeras keringat sebagai kegiatan snagat penting, terutama sekali di daerah yang tandus seperti yang digambarkannya itu. ia menunjukan kokonyolan usaha manusia melawan kemarau, yang tentunya merupakan lambing kesulitan hidup atau cobaan Allah; digambarkannya betapa absurd manusia memerlukan dukun, Tuhan, dan kartu domino. Navis rupanya menawarkan kepada kita tokoh Sutan Duano sebagai alternative—yang ternyata sama absurd-nya. Kita bayangkan seorang lelaki setengah baya di musim kemarau yang memikul dua belek seharian berjalan mondar-mandir mengambil air dari danau untuk dituangkan ke sawah dan kolamnya. Seperti penduduk lain dalam kampung itu, Suran Dauno juga seperti sebuah karikatur; cirri itu ditebalkan oleh sifatnya yang tak suka bergaul dan asal-usulnya yang tak begitu jelas. Ia muncul begitu saja dikampung itu, bekerja keras dan membujuk penduduk kampung untuk mengikuti teladannya.
Novelet ‘Kemarau’ karya Navis ini, menurut Sapardi Djoko Damono dalam kata pengantar untuk buku ini, ditinjau dari segi komposisi, kisah yang agak sentimental yang menyangkut Sutan Dauno, Gudam, Acin, dan masa lalunya itu merupakan semcam imbangan bagi sindiran tajam yang merupakan cirri utama novelet ini. Kalaupun alur karya Navis ini sulit meyakinkan kita, sindiran itu mungkin bisa menggoda kita untuk mempertimbangkan kembali pandangan kita tentang nasib manusia.

Sumber : http://www.goodreads.com/

Rabu, 14 Desember 2011

Mengapa Semua Berlalu

entah mengapa semua terasa tidak biasa
seperti bukan yang biasa di lalui
jalan yang dulu sering kita lewati
tinggal kenangan menjadi luka di hati

siapa sangka ini semua akan terjadi
siapa tau kita akan berpisah cukup sampai disini
di saat semua berjalan sempurna waktu menjemput
di saat tawa dan canda tak tergantikan dengan apapun

semua ini membingungkan dan menyakitkan
kenapa ini semua terjadi kepada kita
kepada senyum yang bersinar paling terang
kepada hati yang berharap selalu bersama

andai saja bisa terulang semua kembali
takkan ku sia siakan sedetikpun untuk selalu bersama
aku akan selalu mengalah semi tawa yg tak tergantikan
dan berharap semua akan seperti ini, Selamanya .

Kamis, 24 November 2011

Gunung Berapi Meletus

Lo semua pada tau gunung merapi kan ? itu tuhh gunung yang berapi api, wkkwkwkwkwk .
Gunung merapi itu adalah gunung yang aktif, iya kalo ga salah sihh,
Tapi menurut sepengetahuan gue ini, gunung berapi itu berbahaya tauu,
Terjadi letusan tuhh karena endapan magma gitu di perut bumi, ehh di dorong paksa sama gas yg bertekanan tinggi gitu ehh muncrat dehh kemana mana, wkwkwkwk.
batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, huff untung ruma gue jauh , wkwkwkwk.
kalo lavanya bisa membanjiri, manjangkau, meraih sampai sejauh radius 90 km, huhhh bisa mateng gue kena lava, untung jauh :p wkwkwkwkwkwkwk .

efeknya adalah, ya macem macem, ada yg inilahh itulahh ginilahh gonolahh sinilahh sonolahh positiflahh negatiflahh ya banyak "lahh" , wkwkwkwkk .
nihh efeknya :

  • Merusak pemukiman warga sekitar bencana, kayanya :p
  • Menyebabkan gagal panen sihh
  • Matinya infrastruktur kehidupan sekitar juga kali
  • Terhentinya aktivitas pekerjaan masyarakat, rugilahh
  • Turis jadi sepi broo
  • Pesawat ga bolehh terbang, kan banyak debu vulkanik, yg ada mati semua ntar, wkwkwk
  • komunikasi putus, listrik putus, air putus, putus semua dahh, tapi kalo pacar sihh enggak, wkwkw

 Gimana nihh menyikapi bencana ini guys ?
kalo gua mahh santai aja, kan ruma gue jauh, ga usah paniklahh, wkwkwkwk.


tapi kalo ruma lu tuhh deket banget sama gunung merapi !! gua saranin buru buru dahh jual tuhh rumahh, pindah sini ke jakarta bareng gua, wkwkwkwk.

kalo udah terlanjur keburu meletus nihh, lu diem aja bro gak usahh lari, nyawa kan di tangan Tuhan, santai aja duduk sambil berdoa, jangan panik berdoa aja sebisanya, karna kalo lari juga percuma Men kecepatan debunya aja lebihh dari kecepatan atlit Lari cepat sedunia, kalo gue saranin kalo udah terlanjur Lari, ya sambil berdoa aja Larinya, moga moga selamet yee sobb, wkwkwkwk.


itu saran dari gue aja, kalo ga suka ya diem, kalo suka follow dong .
wkwkwkwkwkk

Kamis, 17 November 2011

Teman Curhat Semalaman

dia teman gua
gua teman dia
kita berteman
teman sekelas

gua jarang bicara
dia jarang bicara
kita jarang bicara
bicara hal penting saja

berawal dari hp
hp gratis, hp IMO
hp sejuta umat
semua punya hp

curhat semalaman
curhat tentang gua
curhat tentang dia
curhat tentang kita